enterly.id

Entrepreneur Clinic

Bagaimana membangkitkan kedai kopi setelah pandemi covid-19?​

Pandemi COVID-19 ini membuat sektor perekonomian melemah dan berdampak cukup besar bagi para pelaku usaha. Dibutuhkan usaha lebih dan juga tekad kuat untuk dapat bertahan di masa pandemi ini.

Share artikel ini melalui:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pandemi cukup membuat kegiatan apapun di seluruh dunia terganggu, termasuk kegiatan bisnis kedai kopi. Setelah satu tahun lebih kita beradaptasi dengan pola kehidupan yang baru. Sedikit yang masih bertahan dan banyak juga yang harus rela hati untuk menutup usaha karena tak mampu melawan keadaan (92% kedai kopi di Inggris harus tutup sementara pada tahun 2020 , survey World Coffee Portal). Lalu bagaimana dengan kondisi sekarang? Apakah yang berbeda dari budaya ngopi setelah dan sebelum pandemic? Bagaimana cara untuk menarik pelanggan kembali ke kedai kopi kita?

Pandemi dan Kopi

 

Pandemi membuat hampir semua pelaku industri kopi harus dapat beradaptasi, baik dari segi pelaku usaha maupun penikmat kopi itu sendiri. Sebagai bentuk adaptasi tersebut, para pelaku industri ini pun harus memutar otak untuk melakukan perubahan diantaranya mulai menerapkan konsep kedai ‘bawa pulang’, pembatasan jam opersional, hingga mengurangi jumlah menu.

Disisi lain penikmat kopi pun memiliki cara sendiri untuk beradaptasi, menjadikan rumah serasa kedai kopi dengan membeli roast bean kemudian diseduh dirumah. Hal tersebut juga didukung dengan meningkatnya produsen atau roasterrumahan yang menjual roast beannya menggunakan media social atau marketplace. Hal ini tentunya sangat menarik karena para penikmat yang dulunya tidak memiliki pengetahuan dan skill menggunakan alat dan menyeduh kopi, sekarang harus ikut berinvestasi alat dan juga ilmu. Para ‘pendekar’ kopi pun akan tambah bermunculan dengan alamiah, ada yang saling tukar informasi atau saling adu jago skill menyeduh kopi.

Manual brew atau pour over menjadi pilihan karena investasi alat yang cenderung terjangkau dari pada harus berinvestasi dengan mesin espresso yang minimal harganya puluhan bahkan ratusan juta.

Buka dan Bertahan

 

Menjaga ritme dalam era adaptasi memang tidak mudah, “Kalibrasi” harus terus dilakukan baik secara bisnis maupun keilmuan kopi. Perencanaan dikala kondisi seperti ini bisa optimal dilakukan jika tenang dan penuh pertimbangan. Hal ini tentunya akan memberi ruang fokus melihat kebelakang, sekarang dan masa depan. Pengembangan usaha dikala pandemi akan memberikan peningkatan produk dan pelayanan demi terciptanya keberlangsungan usaha. Memberikan pengalaman yang baik dan juga konsistensi kopi enak merupakan kunci teknis dilapangan yang harus selalu diasah agar konsumen merasakan pengalaman yang luar biasa.

Tidak ketinggalan, protokol kesehatan juga sudah menjadi bagian yang tidak bisa kita pisahkan dalam opersional dan kehidupan. Pikirkan apa yang dipikirkan pelanggan, lakukan persiapan dan latihan untuk memberikan performa terbaik produk dan pelayanan, niscaya keberuntungan tidak menjadi tumpuan tetapi kesiapan dan kematangan segala lini akan menjadi acuan.

Related Articles